DALAM hal musik, apa yang lebih penting dari padanya? Tidak ada. Peristiwa musik itu sendirilah yang terpenting. Tapi, sepotong catatan atasnya diperlukan sekadar agar ada diskusi yang sarinya bisa kita warisi kelak. Demi semangat semacam itulah tulisan ini mencoba mencatat pemikiran-perasaan saya atas Histoire du Soldat, sebuah konser musik yang mensertakan teater dan tari. Pertunjukan yang… [Read more…]
SEBUAH OPINI oleh Tri Satya Putri Naipospos di KOMPAS edisi 13 Juni lalu, “Kekerasan pada Ternak”, menunjukkan bahwa memang ada soal tentang bagaimana hewan diperlakukan di republik ini. Naipospos menulis, dalam hal kekerasan terhadap hewan, Indonesia tak mematuhi kaidah kesejahteraan hewan internasional. Ke depan, Indonesia tetap jadi sasaran kritik dunia internasional mengenai isu penyiksaan dan perlakuan… [Read more…]
HARI ini dan tiga belas tahun yang lampau. Keduanya sama: sejarah yang menggantungkan dirinya pada entah. Hari itu, mata saya – harusnya Anda termasuk – merekam momentum sebuah bangsa yang penuh marah. Langit terbakar, bukan oleh matahari, tapi oleh bengis dan benci. Kota menjadi penuh gempita karena gairah ingin menghabisi orang lain. Saya, kita, merekam… [Read more…]
aku bunuh sebuah pagi dalam kamarmandi yang menyanyi setelah sebelumnya dikejutkan oleh sisa doa yang tak habis dimakan tikus tadi malam bersama pagi kubunuh seikat waktu yang dibeli di supermarket seminggu lalu bau kulkas, ujarmu dari atas ranjang yang juga bau mani maka tandaslah angkaangka alamatalamat deringdering maka mampuslah tanyajawab hirukpikuk basabasi tinggal kamarmandi menangis… [Read more…]
Terik matahari di Kampokng Raba, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat siang itu sangat menyengat. Tapi Bangkulu memilih berjalan kaki ke pangkalatn (rumah) keluarga Otoh yang terletak di Kampokng Konyo. Jaraknya kurang lebih dua kilometer. KEPALA BANGKULU dilingkari bangkung (ikat kepala). Bersama dengannya, ada suami-istri Baruk dan Dayakng Tarigas yang turut serta. Hari itu ia… [Read more…]
Malam Jumat Pon. Bulan bundar. Kau ada di hadapanku. Di warungku. Dan kita sama-sama diam tak bersuara. Hanya mata kita yang saling bicara. Persis saat pertama kali kita bertemu di Sendang Ontrowulan, dua puluh dua tahun yang lalu. AKHIRNYA kau yang duluan membuka mulut dengan pelitnya, “Kopi hitam”. Aku bergeming sebentar, lalu bangkit dari duduk,… [Read more…]
Sumber: Remotivi.blogspot.com Catatan Akhir Tahun Remotivi Mengenai Televisi “Nasional” Sepanjang 2010 Kita berdiri di ambang peralihan dari tahun 2010 yang segera ditinggalkan menuju 2011 dalam satu hari mendatang. Sepanjang satu tahun ke belakang, media televisi kita telah memberikan warna dan pengaruh dalam berbagai perlintasan peristiwa. Dengan penetrasinya yang sedemikian kuat, kita turut menjadi manusia-manusia Indonesia… [Read more…]
Posted in: Tak terkategori
Kalau kita merasa tidak ada masalah dengan kata “primitif” yang berkeliaran bebas, maka tulisan ini akan membuatnya tampak sangat bermasalah. Dan kalau tetap merasa tidak ada masalah, mungkin masalahnya ada pada diri Anda. Saran saya:segera temui psikiater terdekat. PRIMITIVE RUNAWAY, sebuah tayangan televisi, yang mungkin merupakan titik kulminasi hasil pemahaman kolektif masyarakat Indonesia tentang masyarakat… [Read more…]
Posted in: Tak terkategori
September 4, 2011
2