Tentang Penulis


Roy Thaniago lahir pada 1986. Hobinya berkebun dan mengumpulkan perangko. Kini, selain remah-remah pekerjaan lain, ia sedang merawat Remotivi, sebuah insiatif warga dalam kerja pemantauan televisi di Indonesia. Juga sebagai Redaktur di Karbonjournal.org dan majalah Bung!, keduanya terbitan ruangrupa.

Kontak: roythaniago [at] gmail.com

33 Responses “Tentang Penulis” →
  1. jujur sekali dalam menuliskan diri,.. mantap…

    Balas

  2. dildaar80

    26 Februari 2010

    salam kenal..good

    Balas

  3. katarina siena

    25 Maret 2010

    hai bung Roy,
    saung yang baru nih,!
    :D :D
    tetap dalam ciri khas mu (menurutku) :
    lugas, ga bertele2, jujur, seksi dan nakal,. :)

    Balas
    • Kahty,

      Senang dirimu mampir ke rumahku yang baru. Kumuhnya sudah berkurang nih. Tinggal taruh perabotannya lebih banyak aja. Hehe.. Senang dgn teman sepertimu!

      Ayo terus menulis!

      Balas
  4. salam kenal juga, Bung!

    Balas
  5. Bahasa penulisannya keren euy… jadi tertarik baca yang lainnya, tulisan pertama yang saya baca dari milis penulis lepas mas. wah bener2 dah… ajib tenan..

    Balas

  6. Katarina dari Kota Pecel

    8 April 2010

    Hmmmm…sungguh menggelitik,merangsang,menggoda dan juga ” mengganggu ” pikiran saya tuk terus membacanya kak Roy…terus berkarya ya!!!!

    Balas
    • Makasih ya, Novi. AKu tunggu juga tulisan2mu ya. Karena kulihat dari dinamikamu di pelatihan kemarin, kamu cukup menonjol loh. Hehe..

      Balas

      • Novi ajaaah

        11 April 2010

        Hohoho..trmksh atas lemparan duren na Ka..doakn aj mg q akn membumbungkn kmbli impianq tuk trz membrikn torehan2 sdrhna akn keindahan verbal..
        Sukses slalu bwt Ka Roy dah.Ka Roy bgq adlh pembngkit imajinaq,Ka Roy menjdkn q sdar kmbli bhw q pny si2 dunia laen yg mst q hdpkn kmbli.
        Trmksh ya Ka Roy!!GBU

        Balas

  7. Katarina dari Kota Pecel

    8 April 2010

    Ni Novi Kak….

    Balas
  8. wah a a a a a. ini namanya sastra. menggugah hati kian menanti. seuntai kata mengalir di dunia maya, bagaikan imajinasi menyelubungi hidup manusia. tiada kata tanpa alasan, tiada niat tanpa impian. maju terus sobatku, berjuanglah bagi negeri yang sedang menangis. bagaikan dendang,: menarilah dan terus tertawa karena dunia tak seindah kata merasuk di dada sampai kita tergugah dan berjuang untuk mu kaum sampah sosial.

    okey good luck!

    Balas
    • Bang Amin,

      Terima kasih sekali sudah berkunjung dan membubuhkan jejak komentar yang amat suportif. Semoga Abang juga terus bisa maju dan beruntung di tiap harinya. Salam untuk teman-teman di Surabaya!

      Balas
  9. Halo roy….ketemu lagi di trip selanjutnya…add my blog..andrykidd@wordpress.com

    Balas
  10. tulisannya mas thiago mengalir seperti orang bertutur sampai tidak terasa tulisannya berakhir.
    apik tenan

    Balas
  11. Bung Roy…Apakabar?
    Sy link blognya ya…:)
    Sukses selalu!
    Salam

    Balas
  12. Halo Bang Roy… turut mampir ya….
    boleh link blognya?
    salam kenal.

    Balas
  13. wah, saya seumuran dgn anda, tapi saya jauh tertinggal dari pengalam anda bung Roy!

    Balas
    • Halo Vira! Salam kenal.. Tidak ada yang pernah tertinggal kok selama kita terus berjalan.. Kamu pasti punya segudang hal lain yg saya ga punya. Senang kenal dengan teman muda!

      Balas
  14. Hallo brader Roy, saya keluyuran kesini setelah baca postingan ttg acara tivi ‘Primitive Runaway’ di milis jurnalisme dan blog sampeyan.

    Salam kenal dari halamansamping :)

    Balas

  15. aa sudirman

    28 Desember 2010

    sampurasun
    saya baca tulisan anda soal arti penting penghormatan pada masyarakat adat.bagus.terus menulis ya.salam.

    Balas
  16. Perkenalan yang jujur dan tidak menyesatkan seperti banyak iklan… hehe. salam kenal. sekalian ijin ngelink blog-nya ya!

    Balas

  17. Aurea Anda

    30 Januari 2011

    salam kenal.. :)

    Balas
  18. wah a a a a a. ini namanya sastra. menggugah hati kian menanti. seuntai kata mengalir di dunia maya, bagaikan imajinasi menyelubungi hidup manusia. tiada kata tanpa alasan, tiada niat tanpa impian. maju terus sobatku, berjuanglah bagi negeri yang sedang menangis. bagaikan dendang,: menarilah dan terus tertawa karena dunia tak seindah kata merasuk di dada sampai kita tergugah dan berjuang untuk mu kaum sampah sosial.
    +1

    Balas
  19. Mantap bung.. gerakan Remotivi-nya semoga sukses… salam kenal :D

    Balas
  20. Salam kenal bung. Semoga remotivi bisa jadi wadah menumpahkan unek-unek tentang pertelevisian kita bagi keseluruhan masyarakat dan sarana belajar serta meningkatkan kemampuan literasi media. Izin menautkan blog Roy ke blog saya ya…trims.. ;D

    Balas
  21. Salam Kenal Bung. Semoga remotivi bisa memberikan Pencerahan untuk kita,khususnya bagi yang gemar menonton TV :)

    Balas
    • Salam kenal kembali! Terima kasih atas apresiasinya kepada Remotivi.
      Remotivi milik publik yang berpihak pada akal sehat, maka siapapun yang merupakan bagian darinya, diundang bergabung. :)

      Balas
  22. salam kenal mas Roy…….
    terimakasih atas suguhan bergelas-gelas kopi hangat dan sepiring kue-kue coklat manis dalam tulisannya
    [semoga berkenan, ingin rasanya untuk me-link-kan nya kedalam blog saya] :)
    mathur nuwun sanget sebelum dan sesudahnya mas Roy

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s