Catatan mengenang yang pergi
Andrean Jimmy (5 Agustus 1994-27 September 2010)
Pesan itu hanya sepotong: Andre sudah jalan. Petronella Kusumah, sang pengirim pesan, menjawab saya di ujung telepon, yang mencipta gigil, “Andre sudah gakpapa, Andre sudah gak sakit.” Pukul 00.31, malam sudah larut, dan akan semakin larut.
SENIN, 27 September 2010. Saya masih berharap datang untuk melihatnya terbaring gelisah di atas ranjang rumah sakit, seperti dua hari lalu. Meyaksikannya membuang cairan lambungnya lewat hidung. Mendengarkan keluhan mualnya. Menatap matanya yang bundar. Mata yang seakan menyimpan sesuatu yang saya tidak pernah tahu.
Namun itu semua tidak saya temukan hari ini. Ia tidak lagi mengeluh pegal karena terlalu lama berbaring. Ia tidak lagi menyuruh saya makan donat atau minum. Ia hanya tidur. Tidur yang tidak kita tahu sampai kapan. Sepikah di sana, Ndre? …baca lebih lanjut>
