Terik matahari di Kampokng Raba, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat siang itu sangat menyengat. Tapi Bangkulu memilih berjalan kaki ke pangkalatn (rumah) keluarga Otoh yang terletak di Kampokng Konyo. Jaraknya kurang lebih dua kilometer.
KEPALA BANGKULU dilingkari bangkung (ikat kepala). Bersama dengannya, ada suami-istri Baruk dan Dayakng Tarigas yang turut serta. Hari itu ia datang ke pangkalatn Otoh sebagai patone’. Dalam masyarakat Dayak Kanayatn, patone’ adalah orang yang dipercaya oleh pihak keluarga laki-laki atau perempuan untuk meminang. Seorang patone’ haruslah orang yang sudah menikah, mengerti tata cara perkawinan, dan mengetahui garis keturunan orang yang hendak dinikahkan. Soal itu, Bangkulu-lah orangnya. Ia datang ke keluarga Otoh sebagai patone’ atas permintaan Baruk dan Dayakng yang ingin meminang putri keluarga Otoh untuk putranya.
Orang Kanayatn hanyalah salah satu sub-suku di antara ratusan suku lainnya di Indonesia. Kalimantan Barat adalah tempat bermukim Orang Kanayatn, khususnya di Landak, Pontianak, dan Kuburaya. Selain Dayak Kanayatn, di Borneo ada ratusan sub-suku Dayak lainnya: Punan, Iban, Kenyah, Kayan, Taman, Kelabit, Kutais, Bidayuh, Bakumpai, Ngajus, Baritos, dan banyak lagi. Mereka adalah kita. …baca lebih lanjut
