Nada-nada yang minor Lagu perselingkuhan Atas nama pasar semuanya begitu klise Lagu cinta melulu Kita memang benar-benar Melayu Suka mendayu-dayu (Cinta Melulu – Efek Rumah Kaca) Misalkan televisi di rumah kita matikan, juga radio. Dijamin telinga Anda tetap tidak akan bebas dari kepungan bunyi musik. Karena ada yang tidak diam: pengamen di kereta, pemutar musik… [Read more…]
Pembacaan Terhadap Artikel Heddy Shri Ahimsa Putra Wacana Seni Dalam Antropologi Budaya: Tekstual, Kontekstual, dan Post-Modernistis Koenjtaraningrat, begawan antropologi Indonesia itu, pernah mengeluh. Ia menilai bahwa ahli ilmu sosial di Indonesia sering mengabaikan teori dan sibuk pada aktivitas terapannya. Padahal, menurutnya, ketika berhadapan dengan kegiatan penelitian, tidak mungkin hanya meniru mentah-mentah penelitian dan penerapan yang… [Read more…]
Pembacaan Terhadap Artikel Soepomo Poedjosoedarmo dan Soeprapto Budi Santoso Dagelan Mataram: Apresiasi Masyarakat Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono VIII, raja di Keraton Yogyakarta, putranya bernama GP Hangabehi. Karena pangeran berdarah bangsawan keraton inilah Dagelan Mataram ada. Namun siapa mengira, bahwa citra Keraton yang adiluhung, kaku, tertata, dan mematutkan segala hal, justru dari sanalah lahir produk seni yang… [Read more…]
September 2009, Agenda 18, komunitas penulis muda yang turut saya giati di dalamnya, mengadakan Pelatihan Jurnalistik Dasar Angkatan ke-4. Dari berbelas peserta yang ada, hasil tulisan mereka dijadikan buku kecil untuk kenang-kenangan. Saya, yang ketika itu menjadi koordinator Agenda 18, didaulat untuk menuliskan kata pengantar di buku kecil yang dinamai Gado-gado Pondok Labu. Sebenarnya aneh… [Read more…]
Sejak kelahirannya seabad yang lalu, ilmu antropologi telah menyumbang begitu banyak terhadap kehidupan manusia lewat ilmu-ilmu lain yang dipengaruhinya, entah secara sadar atau tidak. Namun sayang, di Indonesia, belum banyak usaha untuk menuliskan secara komprehensif mengenai teori-teorinya, sejarahnya, tokoh-tokohnya, dan percabangan lainnya. Di antara itu, nama Koentjaraningrat (1923-1999) perlulah disebut sebagai pendekar antropologi yang paling… [Read more…]
“Mochtar Lubis adalah sosok idola”, kalimat seperti ini beberapa kali terdengar dari orang-orang yang menghadiri Diskusi dan Peluncuran Buku Nirbaya karya Mochtar Lubis pada 7 Mei 2008 di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah. Acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, Yayasan Obor Indonesia, Open Society Institute, dan Bentara Budaya Jakarta ini dihadiri oleh banyak… [Read more…]
Judul buku : Dimsum Terakhir Penulis : Clara Ng Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2006 Cetakan : II Tebal : 361 halaman Empat manusia, empat Tionghoa, empat perempuan. Dan sialnya, mereka kembar yang tidak mirip! BIASANYA, keidentikan selalu menempel ketat pada stereotip saudara kembar. Entah keidentikan itu diwujudkan dalam hal busana, selera seksual, minat… [Read more…]
Agustus 18, 2010
4