Arsip Tag: Iklan

Kekeliruan Jurnas dan Kompas


Minggu ini, mata kita diusik oleh sebuah iklan koran Jurnal Nasional (Jurnas) yang mengiklankan edisi 18 Februari-nya yang berisi wawancara ekslusif dengan Presiden SBY. Akhirnya SBY Bicara, begitu bunyi tajuknya.

BARU kali ini sebuah koran harian memasang iklan hingga beberapa kali untuk satu edisi. Dan lagi, pada iklan itu, jauh hari sebelum terbit sudah memuat kisi-kisi dari isi edisi itu. Sungguh sebuah kerja yang luar biasa dari sebuah surat kabar harian yang memiliki ritme kerja sedemikian padat dan ketat setiap hari, bahkan setiap waktu. Dengan kata lain, Jurnas mampu bekerja layaknya sebuah majalah mingguan yang biasanya memiliki ritme kerja macam itu. Tidakkah itu mengundang tanya? …baca lebih lanjut

Menanyakan Sikap KOMPAS


BELAKANGAN ini, di beberapa edisi KOMPAS, ada iklan besar yang terpampang di halaman terdepan dan menutupi setengah halaman. Saya amat terganggu dengan format iklan yang ada di KOMPAS ini. Saya urai kejengkelan itu di bawah:

Dalam ilmu jurnalisme, ada sebuah istilah yang dikenal sebagai ‘pagar api’, yakni garis tipis yang memisahkan berita/artikel dengan iklan secara tegas. Pagar api difungsikan agar pembaca dapat memilah dengan benar, mana yang sifatnya promosi (iklan), mana yang fakta (berita). Konsekuensi dari pagar api sangat jelas, yakni, media dituntut untuk terus bersikap independen, jujur, dan presisi. Dengan mengaburkan batas antara iklan dengan berita, pembaca bisa jadi terkecoh dengan mengira sebuah artikel pesanan (advertorial) sama dengan artikel berita. Surat kabar taraf dunia seperti The New York Times, memiliki pagar api yang jelas untuk menujukkan sikap jurnalistik yang mereka pegang teguh. …baca lebih lanjut