HARI ini dan tiga belas tahun yang lampau. Keduanya sama: sejarah yang menggantungkan dirinya pada entah. Hari itu, mata saya – harusnya Anda termasuk – merekam momentum sebuah bangsa yang penuh marah. Langit terbakar, bukan oleh matahari, tapi oleh bengis dan benci. Kota menjadi penuh gempita karena gairah ingin menghabisi orang lain. Saya, kita, merekam… [Read more…]
Nada-nada yang minor Lagu perselingkuhan Atas nama pasar semuanya begitu klise Lagu cinta melulu Kita memang benar-benar Melayu Suka mendayu-dayu (Cinta Melulu – Efek Rumah Kaca) Misalkan televisi di rumah kita matikan, juga radio. Dijamin telinga Anda tetap tidak akan bebas dari kepungan bunyi musik. Karena ada yang tidak diam: pengamen di kereta, pemutar musik… [Read more…]
Beberapa tahun lalu, di bangku SMU, seorang guru sejarah melempar tanya di kelas, ”Soeharto dan Hitler, mana yang lebih jahat?”. Seisi kelas senyap tak ada suara. Satu-satunya suara datang dari alat pendingin ruangan. SEORANG lain bernama Jozef Goebbels berkata demikian: ”Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya”. Pak Cik… [Read more…]
Mei 12, 2011
5