Lilin Telah Padam


‘tuk: Ersa Siregar

kuli-kuli tinta

bakarlah diri kalian

‘tuk mengantar lilin yang telah padam


ingat ketika itu?

ia tengah kuyup

entah hujan atau keringat

keringat lelah atau ciutpun

tak ada yang tahu

yang kusaksikan

ia setengah berlari

sembari mengepit catatan di ketiaknya

terburu bersembunyi di balik kantong semen

mengecil di selangkangan rimba

jantungnya kempas-kempis

seirama derap serdadu


tapi

tingkah itu mulai tersapu

terbungkus rapi dalam laci-laci berat

berisi kertas-kertas yang mulai menguning

dan terlipat-lipat di pinggirnya

setengah tersipu aku menoleh

apa yang kudapat?

sekujur tubuh yang kaku dan dingin

dibungkus kafan ditindih tanah


kuli-kuli tinta

susunlah huruf yang masih berserakan

kumpulkan lagi miliknya yang tertunda

‘tuk menjadi santapan pagiku

‘tuk menemani sahabat-sahabatnya


kurangkai kembang kepergian

ungu separuh pilu

menyalakan lenteramu

yang telah padam

selamat jalan bung

kau juga pahlawanku

biar cecumuk dan laknat pada tahu:

tanpamu kopi pagiku hambar

2 jan’03

kamar, petojo

Dimuat di [berita/spekan]_16/II/januari/04 edisi khusus

Satu pemikiran pada “Lilin Telah Padam

  1. Roy…heheheheheh…maap br sempet mampir yaaa… kapan qta kumpul” lagi… BTW..luph ur poem…main” ke blogq jg ya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s