Brodo-ku, Willi-mu


: Willibrordus Suban (31 jan’83 – 10 jul’05)

seorang sahabat di firdaus

perihal pulangnya sang ksatria

yang mengangkasa atas nama

keanggunan

lima jam sebelum kau tertidur

kita berdua,

kau dan aku

masih saling mengiramai alam

di atas jembatan itu

dalam kenikmatan gelapnya subuh

dan remangnya lampu tempat

kita bersantap dua, tiga jenak

kaupun masih bersatu

dengan nadiku yang berdetak gugup

menghujanimu yang berkuyup perih dengan doa

aku menyangkal kedinginan rangka dan raga

walau terang kau membatu dengan lubang di kepala

tapi aku yakin,

ada jerit di matamu, jerit kedamaian

ada bibir yang merekah dalam lelapmu

kau tersenyum untuk semesta

brodoku, willimu

jangan berhenti sayang

jangan menyerah sobat

kidungmu dari firdaus sudah menggema

ke-suban-anmulah yang membuat kami

tak takut menghadapi kematian

sang suban, sang ksatria

perihal lelapnya pemakna cinta

perihal indahnya pemahat hidup

perihal kembalinya matahari dari timur

ke pangkuan peraduan, sang ufuk

yang mengagung selalu

atas pribadi

willibrordus suban

15 juli’05

kamar adem,petojo

Satu pemikiran pada “Brodo-ku, Willi-mu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s